APAKAH PERUSAHAAN ANDA MEMENUHI KRITERIA IT GOVERNANCE?

Sangat disayangkan bahwa banyak perusahaan Indonesia masih belum memiliki tingkat kedewasaan dan apresiasi dalam penanganan investasi maupun penggunaan IT mereka. Secara umum, terdapat empat tipe perusahaan Indonesia dalam menyikapi dan mengelola investasi IT-nya:

  • Tipe pertama adalah tipe “Asal Canggih dan Mahal”, adalah perusahaan yang selalui memburu perangkat IT tercanggih dan termahal, dan berharap akan menjadi organisasi canggih karena kepemilikan perangkat tersebut. Mereka membeli hardware dan software IT tanpa adanya dasar solid dan rinci mengenai bagaimana keberadaan peranti IT tersebut akan membawa benefit ke perusahaan. Suatu hal ironi bila suatu perusahaan Indonesia menganggap dirinya sudah setara dengan suatu perusahaan global tertentu karena memiliki jenis software yang sama yang dimiliki perusahaan global tersebut. Dalam analogi dapat kita gambarkan tipe ini sebagai seseorang yang merasa dirinya sudah seperti menteri karena memiliki mobil yang sama dengan menteri tersebut. Sebagai akibat, akan terjadi pemborosan karena perusahaan telah membeli fitur-fitur canggih tetapi tidak pernah terpakai atau dibutuhkan, sedangkan mereka harus membayar lisensi dan biaya pemeliharaan tahunan yang sering kali sangat besar jumlahnya.
  • Tipe kedua adalah tipe “Asal Ada dan Murah”, adalah perusahaan yang tidak pernah mampu melihat nilai strategik penerapan IT di perusahaan. Mereka menggunakan IT hanya dalam rangka mengotomatisasi kegiatan rutin mereka, dan tidak pernah mempertimbangkan untuk mengadaptasi best practice proses bisnis yang ada dalam software yang dibelinya. Pengeluaran dalam IT bagi mereka bukanlah suatu investasi, tetapi selalu dilihat sebagai biaya semata. Akibatnya, mereka selalu memburu perangkat yang murah dan kalau perlu perangkat bajakan.
  • Tipe ketiga adalah tipe “Tahu tetapi tidak Mampu”, adalah perusahaan yang memiliki pengetahuan memadai akan nilai strategik dari IT tetapi tidak pernah berhasil atau sukses dalam penerapan IT-nya. Mereka memilki aspirasi tinggi dalam proses pemilihan IT tertentu, tetapi tidak ada sense of belonging dan keterlibatan mendalam dari manajemen puncak untuk keberhasilan penerapan IT tersebut.
  • Tipe keempat adalah tipe “Tahu dan Mampu”, adalah perusahaan yang sangat kompeten dan matang pengetahuannya dalam penentuan investasi dan penerapan IT. Mereka sangat tahu mengenai business process seperti apa yang ingin mereka capai agar lebih kompetitif (sering disebut business process blue print) – menunjang pencapaian Visi-Misi dan sasaran strategik perusahaan, dan mendasarkan seleksi pemilihan investasi IT-nya terhadap kemampuan fitur-fitur software dalam merespons kebutuhan-kebutuhan tersebut. Manajemen puncak perusahaan memiliki sense of belonging dan keterlibatan yang cukup tinggi dalam penerapan dan optimasi IT termasuk segi keakuratan, kecepatan, ketepatan dan keamanan aliran data dan informasi. Ukuran dan pengukuran efektivitas IT menjadi salah satu tolak ukur kunci kinerja perusahaan (Key Performance Indicator).

Dari perspektif Good Corporate Governance, tipe keempat adalah tipe yang paling memenuhi kriteria, yang sering disebut adanya IT Governance di perusahaan tersebut.

sumber: https://barim165.wordpress.com/2016/07/15/apakah-perusahaan-anda-memenuhi-kriteria-it-governance/

COBIT, TOOL KOMPREHENSIF UNTUK MENCIPTAKAN ADANYA IT GOVERNANCE DI PERUSAHAAN

Organisasi harus memenuhi tuntutan kualitas, pertanggung-jawaban, dan keamanan akan informasi perusahaan sebagai asset berharga perusahaan. Manajemen harus mengoptimumkan penggunaan sumber daya yang ada, termasuk data, sistem aplikasi, teknologi, fasilitas dan manusia. Untuk memenuhi tanggung jawab ini, manajemen harus mengerti akan status sistem TI perusahaan dan menentukan bentuk keamanan dan kontrol yang harus ada.

Tool komprehensif untuk menciptakan adanya IT Governance di perusahaan adalah penggunaan COBIT yang mempertemukan kebutuhan beragam manajemen dengan menjembatani celah atau gap antara risiko bisnis, kebutuhan kontrol dan masalah-masalah teknis TI. COBIT menyediakan referensi praktik bisnis terbaik yang mencakup keseluruhan proses bisnis perusahaan dan memaparkannya dalam struktur aktivitas-aktivitas logis yang dapat dikelola serta dikendalikan secara efektif. COBIT akan meolong manajemen dalam mengoptimumkan investasi TI-nya melalui ukuran-ukuran dan pengukuran yang akan memberikan sinyal bahaya bila suatu kesalahan atau risiko akan atau sedang terjadi.

Manajemen harus memastikan bahwa sistem kendali internal perusahaan bekerja dengan baik sehingga dapat mendukung proses bisnis perusahaan yang secara jelas menggambarkan bagaimana setiap aktivitas kontrol individu memenuhi tuntutan dan kebutuhan informasi serta dampaknya ke sumber daya TI mereka. Dampak terhadap sumber daya TI merupakan satu elemen yang sangat disoroti dalam COBIT, bersama-sama dengan pemenuhan kebutuhan bisnis akan efisiensi, efektivitas, kerahasiaan, keterpaduan, ketersediaan, kepatuhan, dan keandalan informasi. Kontrol, yang mencakup policy, struktur organisasi, praktik dan prosedur, adalah tanggung jawab manajemen. Manajemen melalui Good Corporate Governance keseluruhan, harus memastikan adanya due diligence yang dilakukan oleh setiap individu yang terlibat dalam pengelolaan, penggunaan, rancang-bangun, pengembangan, dan pemeliharaan atau operasional dari TI Perusahaan. Suatu control objective IT adalah pernyataan mengenai hasil atau tujuan yang harus dicapai melalui penerapan prosedur kendali dalam aktivitas TI Tertentu.

Ada banyak jenis perusahaan dalam TI dan operating environment-nya yang mensyaratkan kebutuhan akan penanganan risiko IT yang lebih baik. Ketergantungan akan informasi elektronik dan sistem-sistem IT sangat rawan bagi kesinambungan proses bisnis utama perusahaan. Selain itu, peraturan-peraturan semakin ketat menuntut perusahaan memiliki kendali terhadap informasi. Hal ini, semakin keras dituntut karena semakin banyaknya jumlah dan ragam bencana operasi perusahaan karena kegagalan IT-nya, baik yang disebabkan karena masalah teknis (misal: system breakdown), maupun kejahatan-kejahatan IT (misal: hacker, insider trading).

sumber: https://barim165.wordpress.com/2016/07/25/cobit-tool-komprehensif-untuk-menciptakan-adanya-it-governance-di-perusahaan/

BACA INI SEBELUM ANDA BELAJAR TOEFL

1. Ketahui Tipe Pembelajar apakah anda

Konsep Quantum Learning dalam  belajar TOEFL dapat diterapkan dengan memetakan tipe belajar anda. Ada orang yang suka belajar sambil mendengarkan musik, ada pula yang suka belajar dalam keadaan sepi dan sunyi. Apakah anda tipe Auditorial yang lebih suka mendengarkan dan berbicara, ataukah anda adalah tipe pembelajar yang suka mencatat. Jika anda adalah tipe orang auditorial, maka sesi listening bisa menjadi skor andalan anda. Sedangkan anda yang bertipe visual dapat mengandalkan skor structure ataupun reading untuk mengoptimalkan skor.

2. Ketahui berapa skor awal anda

Mengetahui dimana posisi anda saat ini akan sangat membantu anda maupun tentor anda untuk mengurai kelemahan dan kelebihan anda. Skor awal anda akan menjadi informasi yang sangat berharga untuk menentukan materi apa saja yang harus anda pelajari. Selain itu, juga menentukan berapa lama anda belajar serta melihat efektifitas dari pelatihan yang anda jalani.

3. Ketahui berapa target skor anda

Sebelum anda belajar TOEFL, terlebih dahuu anda harus menentukan tujuan anda. Tentukan berapa target yang anda tuju sehingga pencapaian skor dapat terukur. Jika saat ini nilai anda hanya 330 dan target skor anda adalah 550, maka tentu akan dibutuhkan waktu yang lebih lama dan usaha yang lebih keras dibandingkan dengan mereka yang saat ini sudah mencapai nilai 500 yang menargetkan nilai 550.

4. Ketahui Kelebihan dan Kelemahan anda

Anda tidak perlu sempurna untuk mendapatkan nilai TOEFL yang anda targetkan. Ketahui dengan pasti kelebihan dan kelemahan anda. Bagi orang yang senang mendengarkan musik, maka bagian listening biasanya adalah sesi yang menjadi andalan untuk mencapai skor setinggi-tingginya. Bagi mereka yang senang membaca, bagian structure maupun reading akan menjadi tumpuan untuk mencuri poin tinggi. Misalnya untuk mendapatkan nilai 550, anda cukup mendapatkan skor 50 di listening, 58 di structure dan 58 di Reading. Dengan demikian total nilai anda menjadi 553. Begitu pula sebaliknya, jika kelebihan anda adalah Listening, maka asumsikan nilai Listening anda mencapai nilai 58, Structure 54 dan Reading 54, maka total nilai anda 553.

5. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mencapai skor anda

Belajar TOEFL bukan terletak pada lama tidaknya anda belajar. Namun lebih kepada seberapa intensif dan serius anda belajar. Pengalaman saya sebagai pengajar, ada siswa yang mendapatkan nilai 483 hanya dalam waktu belajar 10 hari dari nilai 350. Bahkan pelatihan TOEFL di UGM menorehkan rekor kenaikan sesi Reading 120 poin hanya dengan materi strategi Reading selama 1 jam dan kenaikan Listening 90 poin hanya materi Listening selama kurang dari 1 jam. Hal tersebut terjadi karena pada dasarnya setiap peserta mempunyai keunggulan masing-masing sehingga waktu tempuh belajar bisa disesuaikan dengan potensi keunggulan itu.

6. Untuk keperluan apa TOEFL anda

TOEFL saat ini digunakan oleh hampir seluruh institusi untuk berbagai keperluan. Anda harus mengetahui dengan pasti untuk keperluan apa TOEFL anda, apakah untuk beasiswa, lulus studi, atau melamar pekerjaan. Selain itu, anda juga harus tahu jenis sertifikasi TOEFL yang dibutuhkan. Apakah cukup hanya dengan nilai TOEFL Prediction atau harus menggunakan sertifikasi ITP. Anda tidak perlu mengikuti tes ITP yang biayanya sekitar 350 ribu hingga 500 ribu jika institusi yang anda tuju hanya mensyaratkan nilai TOEFL Prediction yang biayanya jauh lebih murah, yaitu sekitar 50 ribu hingga 150 ribu rupiah.

7. Ketahui mentor anda

Anda harus mengetahui dengan pasti apakah mentor anda sudah pernah mengikuti Tes TOEFL ITP. Hal ini harus anda ketahui mengingat Tes TOEFL bukan hanya persoalan pengetahuan secara kognitif mengenai TOEFL, tapi jauh dari itu adalah bagaimana mengatasi tekanan mental ketika mempersiapkan tes TOEFL dan menjalani tes TOEFL. Mentor yang sudah berkali-kali mengikuti TOEFL ITP test akan sangat membantu anda mempersiapkan mental dan fisik serta tips-tips jitu melejitkan TOEFL anda.

8. Ketahui kapan anda memerlukan TOEFL

Anda harus merencanakan dengan baik alokasi waktu yang anda butuhkan untuk mencapai target skor anda. Oleh karena itu, sebelum anda belajar TOEFL, anda harus menentukan kapan anda memerlukan nilai TOEFL. Jika TOEFL yang anda butuhkan untuk keperluan penyelesaian studi di jenjang strata satu berarti anda harus mempersiapkan TOEFL anda paling lambat di semester enam. Jika TOEFL anda butuhkan untuk mendaftar beasiswa pascasarjana, maka anda harus mempersiapkan TOEFL sebelum anda mendapatkan ijazah anda agar ketika studi anda telah berakhir di jenjang strata satu, anda langsung dapat mendaftar beasiswa.

9. Alokasikan anggaran yang anda butuhkan

Mendapatkan skor TOEFL yang anda impikan tidak saja menguras otak dan energi anda, tapi juga isi kantong dan dompet anda. Bayangkan saja, sekali tes anda harus membayar sekitar 350 ribu rupiah hingga 500 ribu rupiah. Masih mujur kalo anda mendapatkan skor yang anda inginkan. Jika belum mendapatkan skor impian anda, tentu anda harus menguras kembali isi tabungan anda untuk skor impian itu. Kegagalan adalah cara terbaik untuk mengajarkan anda untuk mencari cara terbaik untuk mendapatkan skor impian anda. Dari pengalaman saya sebagai siswa dan tentor TOEFL, peserta tes TOEFL baru bisa mendapatkan nilai 550 plus setelah mengikuti tes lebih dari satu kali.

10. Ketahui waktu terbaik anda dalam belajar

Untuk mempelajari TOEFL, anda sebaiknya mengatur waktu belajar yang paling efektif. Biasanya waktu belajar efektif seseorang adalah di pagi dan malam hari. Dalam buku Accelerated Learning, kita dianjurkan untuk mengadakan tes terhadap materi yang telah kita pelajari sebelumnya ketika otak telah beristirahat selama sekitar 8 jam. Itu berarti anda sebaiknya latihan skoring TOEFL pada pagi atau subuh hari sehingga otak anda berada pada kondisi optimal untuk memanggil semua informasi yang telah anda pelajari sehari sebelumnya. Selain itu, anda sebaiknya melakukan review terhadap materi pada malam hari. Review materi diperlukan untuk melakukan penguatan jaringan sel-sel kognitif untuk dapat disimpan dan digunakan ketika mengerjakan soal TOEFL.

Review materi terbaik adalah dengan mengajarkan TOEFL kepada teman anda, misalnya dengan mengumpulkan teman-teman seperjuangan TOEFL dan mengajarkan apa yang telah anda pelajari, baik dari kelas kursus maupun buku yang telah anda baca. Mengajarkan materi TOEFL tidak hanya bermanfaat bagi orang lain, tapi yang paling  banyak mendapat manfaatnya adalah anda. Mengapa demikian? Karena dengan mengajar, anda tidak hanya mengaktifkan domain kognitif anda, namun juga aspek psikomotorik sehingga dapat lebih menguatkan ingatan anda ketika menghadapi tes TOEFL.

11. Kursus atau otodidak 

Bagi sebagian orang, belajar otodidak sudah cukup untuk mendapatkan skor TOEFL yang mereka inginkan. Namun tidak sedikit yang harus mengikuti kursus TOEFL untuk dapat memahami TOEFL secara komprehensif. Bagi anda yang sudah memiliki dasar Bahasa Inggris yang cukup baik, belajar otodidak sudah cukup untuk mendapatkan nilai di atas 500. Namun bagi yang mempunyai dasar tata bahasa yang buruk, kursus dasar Bahasa Inggris sepertinya menjadi jalan keluar untuk menggapai TOEFL 500 maupun di atas 550.

Pertimbangan biaya kursus TOEFL yang mahal juga menjadi alasan mengapa banyak orang yang hanya belajar TOEFL melalui otodidak. Di pasaran sudah tersedia banyak buku TOEFL dengan berbagai kelebihan dan kekurangannya. Anda dapat mempelajari berbagai jenis buku TOEFL untuk dapat memperkaya strategi anda dalam mengerjakan soal TOEFL.

sumber: https://barim165.wordpress.com/2016/08/03/baca-ini-sebelum-anda-belajar-toefl/

PENGERTIAN AUDIT SISTEM INFORMASI

Audit Sistem Informasi adalah sebuah proses yang sistematis dalam mengumpulkan dan mengevaluasi bukti-bukti untuk menentukan bahwa sebuah sistem informasi yang digunakan oleh organisasi telah dapat mencapai tujuannya, antara lain:

1 Pengamanan atas aktiva.

Dukungan sistem informasi dalam pengamanan aktiva yang terdapat di bagian atau fungsi pengolahan data elektronik, yang meliputi hardware, software, personel, file data dan pendukung sistem informasi. Hardware dapat saja rusak, data dapat hilang dan masih banyak kemungkinan yang terjadi.

2 Pemeliharaan atas integritas data.

Integritas data di dalam sebuah sistem informasi mempunyai pengertian bahwa data yang diolah dalam suatu sistem informasi haruslah data yang memenuhi syarat: lengkap, mencerminkan suatu fakta yang sebenarnya, serta asli (belum dirubah dan dapat dibuktikan kebenarannya).

3 Peningkatan

Penggunaan sistem informasi harus dapat meningkatkan efektivitas dalam pencapaian tujuan organisasi. Hal ini berarti adanya evaluasi sistem informasi dan kebutuhan pemakai terhadap sistem informasi. Penggunaan sistem informasi harus dapat meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya yang dibutuhkan dalam upaya mendukung efisiensi operasi organisasi. Hal ini berarti sebuah sistem informasi yang efisien yaitu dengan penggunaan sumberdaya seminimal mungkin untuk mencapai tujuan organisasi.

sumber: https://barim165.wordpress.com/2016/08/22/pengertian-audit-sistem-informasi/

RUANG LINGKUP AUDIT SISTEM INFORMASI

Ruang lingkup Audit Sistem Informasi (SI) sebagai audit operasional terhadap fungsi sistem informasi (IT governance), audit objective-nya adalah melakukan assessment terhadap efektifitas, efisiensi, dan ekonomis tidaknya pengelolaan sistem informasi suatu organisasi.

Audit SI dimaksudkan untuk memberikan informasi kepada manajemen puncak agar manajemen mempunyai “a clear assessment” terhadap sistem informasi yang diimplementasikan pada organisasi tersebut. Misalnya, bahwa application software yang ada telah dianalisis dan didesain dengan baik, telah diimplementasikan dengan security features yang memadai.

Perlu dipahami bahwa audit SI tidak harus selalu merupakan penugasan lengkap mencakup seluruh aspek. Penugasan audit SI mungkin mencakup semua, tetapi bisa dengan beberapa variasi, atau beberapa aspek saja: suatu audit mungkin hanya menitikberatkan fokus pada satu aspek saja, atau beberapa aspek yang penting sesuai kebutuhan organisasi tersebut.

Meskipun hakekatnya keseluruhan aspek IT Governance tersebut sesungguhnya penting untuk diaudit dalam rangka peningkatan mutu sistem, namun itu tidak bersifat harus (it is not mandatory). Bisa saja dilakukan penugasan-penugasan audit yang berbeda untuk satu atau beberapa aspek, tidak harus sekali “gebrak” (to do all of them in one assignment). Salah satu alasannya adalah memang kompetensi/keterampilan yang diperlukan bagi auditor untuk setiap aspek tersebut bisa berbeda. Oleh karena itu aspek sebetulnya ada keterkaitan, dan semuanya adalah penting, maka bila dilakukan audit secara terpisah-pisah, manajemen harus mendapat gambaran umum (overview) yang jelas dan terpadu (the overview is critical).

Jadi, terdapat berbagai jenis penugasan audit sistem informasi yang dapat dilaksanakan pada suatu organisasi, misalnya sebagai berikut:

  • Untuk mengidentifikasi sistem yang ada (inventory existing systems), baik yang ada pada tiap divisi/unit/departemen ataupun yang digunakan menyeluruh.
  • Untuk dapat lebih memahami seberapa besar sistem informasi mendukung kebutuhan strategis perusahaan, operasi perusahaan, mendukung kegaitan operasional departemen/unit/divisi, kelompok kerja, maupun para petugas dalam melaksanakan kegiatannya.
  • Untuk mengetahui pada bidang atau area mana, fungsi, kegiatan atau business processes yang didukung dengan sistem serta teknologi informasi yang ada.
  • Untuk menganalisis tingkat pentingnya data/informasi yang dihasilkan oleh sistem dalam rangka mendukung kebutuhan para pemakainya.
  • Untuk mengetahui keterkaitan antara data, sistem pengolahan dan transfer informasi.
  • Untuk mengidentifikasi apakah ada kesenjangan (gap) antara sistem dengan kebutuhan.
  • Untuk membuat peta (map) dari information flows yang ada.

sumber: https://barim165.wordpress.com/2016/08/23/ruang-lingkup-audit-sistem-informasi/

Cara membuat kelas virtual

Sebagai dosen, kini Anda dapat membuat kelas virtual dengan mudah dan gratis..mulai dari upload materi, quis online, pemberitahuan untuk bimbingan PA/TA, Perwalian online, dan lain-lain.. caranya juga mudah.. ikutin aj cara berikut:

1. Pastikan terlebih dahulu Anda sedang login gmail

2.  Klik disini

3. Pilih tombol CREATE

4. Isi kolom name your site sesuai dengan yang Anda inginkan misalkan bayu classroom

5. Klik select a theme untuk memilih theme sesuai dengan yang Anda inginkan.

6. Setelah itu Anda dapat mengelola  classroom baru Anda sesuai dengan fitur-fitur yang telah tersedia.

Selamat mencoba

 

istilah 5v pada Big Data

Jika mendengar istilah Big Data pasti tidak akan jauh dari istilah 3V atau 4 V atau 5V.. dan tentunya kita wajib mengetahuinya, yaitu: Volume, Velocity, Variety, Veracity dan Value.

Volume sangat terkait dengan bidang basis data, Velocity sangat terkait jaringan komputer dan sistem komputer, Variety sangat terkait dengan sistem informasi, Veracity sangat terkait dengan intelijen buatan dan Value sangat terkait dengan pemasaran.

Ukuran Data Yang Wajib Anda Tahu di Era Big Data

Sebagai masyarakat yang hidup di era Big Data, tentunya harus dan wajib mengetahui tentang ukuran-ukuran data digital berikut ini:

1 Bit: Ukuran paling kecil dalam sebuah data dan hanya bisa menyimpan dua buah data saja yaitu Yes atau No

1 Bytes: Ukuran 1 Bytes setara dengan 8 Bit dan dapat menyimpan 256 jenis Informasi seperti angka ataupun abjad karakter. Setiap Bytes setara dengan ukuran 1 karakter, sementara 10 Bytes bisa setara dengan 1 Kata.

1 Kilobytes: Setara dengan 1024 Bytes. Dimana ukuran 10 Kilobytes bisa menjadi sebuah Paragraf tulisan dan 100 Kilobytes bisa menjadi tulisan 1 halaman.

1 Megabytes: Setara dengan 1024 Kilobytes dan popularitas ukuran ini dimulai dari sebuah disket yang saat itu berukuran 1,44 Megabytes

1 Gigabytes: Setara dengan 1024 Megabytes. Nah ukuran inilah yang saat ini masih sering dipakai untuk mengukur besaran dari media penyimpanan seperti Flashdisk dan Harddisk.

1 Terabytes: Setara dengan 1024 Gigabytes. Ukuran ini mulai digunakan pada media Harddisk saat ini mengingat kebutuhan penyimpanan para user yang semakin besar sesuai dengan perkembangan dari aplikasi modern.

1 Petabytes: Setara dengan 1024 Terabytes dan ukuran inilah yang saat ini menjadi Standar bagi perusahaan besar yang menggunakan Server dengan jumlah yang sangat banyak.

1 Exabytes: Setara dengan 1024 Petabytes

1 Zettabytes: Setara dengan 1024 Exabytes

1 Yottabytes: Setara dengan 1024 Zettabytes

1 Brontobytes: Setara dengan 1024 Yottabytes

1 Geopbytes: Setara dengan 1024 Brontobytes

 

oleh: Bayu Rima Aditya

 

Data Scientist di Era Big Data

Sejumlah fakta tentang keberadaan data digital dalam jumlah yang sangat besar saat ini sudah sangat terlihat, sebagai contoh sederhana dan berada disekitar kita adalah jumlah status facebook yang diupload dalam sehari yang dapat mencapai lebih 1 milyar status perhari. Bagi kebanyakan orang (mungkin termasuk Anda), tumpukan jumlah status facebook yang mencapai lebih dari 1 milyar per hari mungkin tidak memiliki makna atau nilai manfaat. Akan tetapi bagi sekumpulan kelompok (yang disebut data scientist), data-data tersebut tidak hanya sekedar tumpukan status, akan tetapi memiliki nilai manfaat yang besar. Mereka dapat memanfaatkan tumpukan status facebook tersebut untuk memprediksi secara akurat tentang perilaku dimasa depan, seperti minat masyarakat, produk yang bisa laris dibeli, iklan yang sesuai dengan demografi, dan lain-lain.

Data scientist adalah pekerjaan yang menjanjikan di era jutaan data digital “berserakan” (big data) seperti sekarang. Fungsi dari data scientist itu sendiri secara sederhanan adalah memanipulasi milyaran tumpukan data digital untuk kemudian menemukan pola atau pattern yang memprediksi secara presisi tentang arah perilaku masa depan.

Bagi perusahaan atau organisasi di Indonesia sudah saatnya mulai menyiapkan strategi pemanfaatan analisis big data untuk mendukung strategi dan pengambilan keputusan yang tepat.

Contoh perusahaan yang sudah memanfaatkan data scientist adalah toko online terbesar di dunia, yaitu amazon.com. Jika Anda menjadi pelanggan dari amazon.com. Tanpa Anda sadari, hasil dari Anda memilih-milih buku, mereka akan dapat mengetahui pola selera Anda, yaitu dengan memunculkan sejumlah rekomendasi buku yang layak dibeli. Rekomendasi yang mereka tawarkan memiliki keakuratan yang presisi dengan minat dan selera buku yang Anda ingin beli.

Contoh pemanfaatan big data untuk Perguruan Tinggi : Perguruan Tinggi dapat melacak jutaan data digital seluruh mahasiswa yang ada di Perguruan Tinggi. Dari jutaan data digital tersebut kemudian dimanipulasi (diolah agar memiliki informasi yang bernilai manfaat). Maka dengan menggunakan bantuan data scientist, Perguruan Tinggi tersebut sudah dapat memprediksi dengan cukup akurat, siapa saja mahasiswa yang kelak akan sukses dalam hidupnya. Dan siapa yang akan hidup dengan penghasilan pas-pasan (mungkin hingga akhir hayatnya).

 

oleh: Bayu Rima Aditya